Feeds:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Donor’

Thalassemia

Thalassemia

adalah kelainan pada darah berupa kegagalan tubuh membentuk hemoglobin yang normal.

Hemoglobin adalah protein yang terdapat pada sel darah merah dengan fungsi utama menghantarkan oksigen ke seluruh organ tubuh.Penyakit yang diturunkan dari orang tua ke anaknya ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah merah sehingga terjadi anemia.

Gejala

Jenis thalassemia yang paling berat adalah alpha thalassemia mayor dan biasanya bayi yang menderita penyakit ini akan meninggal saat berada di dalam kandungan ketika usia kandungan sudah tua. Anak anak yang terlahir dengan thalassemia mayor akan lahir secara normal namun menderita anemia berat pada tahun tahun pertama kehidupannya.

Gejala lain Thalassemia:
Deformitas bentuk tulang pada daerah wajah.
• Lesu.
• Gangguan pertumbuhan.
• Pembengkakan pada hati dan limfa.
• Nafas pendek.
• Kulit kekuningan (jaundice).

Mereka yang menderita alpha dan beta thalassemia minor memiliki sel darah merah yang lebih kecil dari normal dan tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Thalassemia

Penyebab dan Faktor Risiko

Hemoglobin terbentuk dari dua jenis protein yaitu alpha globin dan beta globin. Thalassemia terjadi ketika gen yang mengendalikan pembentukan protein ini mengalami gangguan.

Terdapat dua macam thalassemia: ——————–

  • Alpa thalassemia terjadi ketika gen yang berhubungan dengan alpha globin mengalami kelainan/mutasi.

Alpha thalassemia banyak terjadi di daerah Asia Tenggara, Timur Tengah, China dan Afrika.

  • Beta thalassemia terjadi ketika gen yang berhubungan dengan beta globin mengalami kelainan/mutasi.

Beta thalassemia umumnya terjadi di daerah China, beberapa tempat di Asia dan Amerika. Kedua jenis thalassemia diatas memiliki bentuk thalassemia mayor dan minor.

thalassemia mayor

Thalassemia mayor terjadi jika gen thalassemia diturunkan dari kedua orang tua sedangkan thalassemia minor bila gen hanya berasal dari salah satu orang tua.

thalassemia minor

Penderita thalassemia minor tidak mengalami gejala yang berarti namun bisa menurunkan penyakit thalassemia kepada anak anaknya.

Beta thalassemia juga sering disebut Cooley’s anemia.

Faktor risiko thalassemia:
• Ras Asia, China, Mediterania dan Afrika-Amerika.
• Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.

Pemeriksaan dan Diagnostik

• Pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran pada limfa.

  • Pemeriksaan darah berupa kelainan pada sel darah merah.
  • Sel darah merah berbentuk tidak normal/lebih kecil ketika dilihat di bawah mikroskop.
  • Pada hitung darah ditemukan anemia.
  • Saat dilakukan pemerikan hemoglobin elektrophoresis ditemukan hemoglobin yang abnormal.

Pengobatan

  • Pengobatan thalassemia mayor biasanya dengan transfusi darah secara rutin dan pemberian suplemen asam folat. Saat dilakukan transfusi darah, pasien dilarang minum suplemen zat besi sebab jika dilakukan maka akan terjadi penumpukan zat besi di dalam tubuh dan ini sangat berbahaya.
  • Penderita yang rutin menerima transfusi darah akan dilakukan chelation therapy untuk mengeluarkan kelebihan zat besi di dlam tubuh. Transplantasi sumsum tulang juga berguna untuk mengobati penyakit ini terutama pada anak anak.

Sumber : http://www.blogdokter.net

Read Full Post »

Transfusi Darah

Sekelumit Tentang Transfusi Darah

Transfusi darah adalah suatu tindakan medis yang bertujuan mengganti kehilangan darah pasien akibat kecelakaan, operasi pembedahan atau oleh karena suatu penyakit. Darah yang tersimpan di dalam kantong darah dimasukan ke dalam tubuh melalui selang infus.

Kapan kita memerlukan transfusi darah?

Transfusi darah diperlukan saat anda kehilangan banyak darah, misalnya pada :

  1. Kecelakaan, trauma atau operasi pembedahan yang besar.
  2. Penyakit yang menyebabkan terjadinya perdarahan misal maag khronis dan berdarah.
  3. Penyakit yang menyebabkan kerusakan sel darah dalam jumlah besar, misal anemia hemolitik atau trombositopenia.
  4. Jika anda menderita penyakit pada sumsum tulang sehingga produksi sel darah terganggu seperti pada penyakit anemia aplastik maka anda juga akan membutuhkan transfusi darah.
  5. Beberapa penyakit seperti hemofilia yang menyebabkan gangguan produksi beberapa komponen darah maka anda mungkin membutuhkan transfusi komponen darah tersebut.

Apakah transfusi darah aman?

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), darah transfusi di Indonesia relatif aman dan bebas dari segala macam penyakit berbahaya. Setiap darah donor akan dilakukan pemeriksaan yang ketat sehingga jarang sekali seseorang mendapatkan penyakit dari darah donor.

  • Masalah utama transfusi darah yang saat ini masih ada adalah kecelakaan akibat ketidakcocokan golongan darah. Meskipun angka kejadiannya boleh dikatakan sangat kecil namun inkompabilitas transfusi darah ini beresiko menyebabkan penderita mengalami reaksi yang sangat serius dan mengancam nyawa.
  • Beberapa penderita mendonorkan darahnya beberapa minggu sebelum dioperasi. Jika dalam operasi dibutuhkan darah maka dia dapat menggunakan darahnya sendiri sehingga reaksi transfusi dapat dikurangi.  Saat menerima darah transfusi, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi karena menganggap darah yang masuk adalah benda asing. Tubuh akan menolak darah yang masuk dan berusaha menghancurkannya. Namun, keadaan ini dapat dicegah dengan pemeriksaan golongan darah yang ketat sebelum dilakukan transfusi darah. Darah penerima dan darah donor dicocokan golongan darahnya, baik melalui sistem ABO maupun Rhesus.

Meskipun telah dilakukan pencocokan golongan darah, beberapa penderita tetap dapat mengalami reaksi ringan transfusi darah seperti :
• Demam.
• Gatal dan bintik bintik merah pada kulit.
• Nafas pendek.
• Nyeri.
• Berdebar debar.
Menggigil.
• Tekanan darah menurun.

Reaksi transfusi ini memang sedikit menakutkan namun tidak berbahaya jika cepat ditangani.

Apa sih golongan darah itu dan mengapa sangat penting?

Blood Group

  • Golongan darah yang sangat penting dalam transfusi darah adalah sistem ABO dan Rhesus.
  • A, B, AB dan O adalah penggolongan darah dalam sistem ABO.
  • Setiap tipe pada sistem ABO memiliki nilai postif dan negatif, nilai ini dikenal dengan faktor Rhesus.

Misalnya,
Jika anda memiliki golongan darah A+ artinya anda memiliki golongan darah A pada sistem ABO dan faktor Rhesus anda adalah positif.
Jika anda menerima darah transfusi yang golongannya tidak cocok maka dapat terjadi reaksi transfusi.
Reaksi ringan jarang sekali untuk menjadi berbahaya, tapi tetap harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat sementara reaksi yang berat dapat mematikan.

Bagaimana darah dikumpulkan?

  • Darah yang tersedia di bank darah dikumpulkan dari para pendonor sukarela.
  • Sebelum donor darah dilakukan maka pendonor akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita. Hanya pendonor yang dapat melewati pemeriksaan ini yang dapat mendonorkan darahnya.
  • Darah donor yang telah diambil selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit berbahaya dan golongan darahnya. Jika ditemukan suatu masalah maka darah tersebut akan dibuang.
  • Darah yang telah lolos seleksi selanjutnya dipisahkan komponen darahnya lalu disimpan atau dikirim untuk segera digunakan.

Darah yang tersimpan di bank darah tidak dapat disimpan dalam waktu lama, hal ini menyebabkan bank darah dalam hal ini PMI sangat membutuhkan para pendonor sukarela guna mencukupi keperluan darah yang kian hari kian meningkat.

Sumber : http://www.blogdokter.net

Read Full Post »

Dermakan Diri Mu, Donorkan Darah Mu?

Siapa yang TIDAK BOLEH menjadi Donor Darah…???

Kalau kamu memenuhi syarat teknis untuk menjadi donor darah, coba kita cek, apa kamu boleh menjadi donor darah yuk!

Donor Darah HUT Perhubungan

Kategori mereka yang DITOLAK/ TIDAK BOLEH MENJADI DONOR DARAH adalah :

  1. Pernah menderita hepatitis B — Ditolak selamanya.
  2. Sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis — Ditolak sampai dengan 6 bulan setelah kontak.
  3. Sesudah transfusi darah — Ditolak sampai dengan 6 bulan setelah transfusi.
  4. Sesudah tattoo/tindik telinga — Ditolak sampai dengan 6 bulan setelah melakukannya.
  5. Sesudah operasi gigi  — Ditolak sampai dengan 72 jam (3 hari)  setelah operasi.
  6. Sesudah operasi kecil — Ditolak sampai dengan 6 bulan setelah operasi kecil.
  7. Sesudah operasi besar — Ditolak sampai dengan 12 bulan setelah operasi besar.
  8. Sesudahmenerima vaksinasi Polio, Influenza, Cholera, Tetanus, Dipteria atau Profilaksis — Ditolak sampai dengan 2 minggu setelah transfusi.
  9. Sesudah menerima vaksinasi virus hidup Parotitis epidemica, Measles, Tetanus toxin — Ditolak sampai dengan 2 minggu setelah vaksinasi.
  10. Sesudah menerima injeksi terakhir imunisasi Rabies Therapeutic  — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah imunisasi.
  11. Sesudah gejala alergi menghilang — Ditolak sampai dengan 1 minggu setelah  gejala alergi sembuh.
  12. Sesudah transpalantasi kulit — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah transplantasi.
  13. Sedang hamil dan sesudah persalinan. — Ditolak sampai dengan 6 bulan setelah proses melahirkan.
  14. Sedang menyusui — Ditolak sampai dengan setelah masa menyusui.
  15. Ketergantungan obat  — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh.
  16. Alkoholisme akut dan kronik — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh.
  17. Sifilis  — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh
  18. Menderita tuberkulosa secara klinis — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh.
  19. Menderita epilepsi dan sering kejang — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh.
  20. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk — Ditolak sampai dengan 1 tahun setelah sembuh.
  21. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera  — Ditolak selamanya.
  22. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril) — Ditolak selamanya.
  23. Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah. — Ditolak selamanya.

Apakah anda termasuk boleh mendonorkan darah dan bersedia, siap membantu kepada yang membutuhkan?

Mari kita ke Unit Donor Darah / Bank Darah /PMI terdekat.

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: